Landmark Jogja
Yogyakarta, 28 Februari 2007
Sahabat Djokdja,
Sebagai kota dengan sejarah yang panjang, Yogyakarta
sebenarnya memiliki banyak landmark. Namun dalam tema
“Landmark Jogja”, Tour de Djokdja kali ini mengajak
anda berkelana ke tiga tempat yang sudah berpuluh
tahun menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari
masyarakat Yogyakarta sampai-sampai kisah menarik di
belakangnya nyaris terlupakan.
Selokan Mataram yang setiap hari dilalui oleh sebagian
besar warga Kota Jogja akan berkisah tentang kearifan
Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Tugu Jogja yang terkenal
itu menyimpan cerita tentang semangat perlawanan
terhadap penjajahan. Demikian juga dengan Panggung
Krapyak yang usianya hampir sama dengan Kraton
Ngayogyakarta.
Selamat berkelana!
Bila anda dibesarkan sebagai “orang kota”, menyusuri
Selokan Mataram bisa menjadi petualangan kecil yang
menyenangkan untuk menikmati pemandangan sawah nan
hijau, penggembala, off road dan menyeberangi Kali
Krasak sambil memanggul sepeda gunung.
http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/places-of-interest/selokan-mataram/
Tugu Jogja memendam makna filosofis tentang semangat
perlawanan atas penjajahan dan kini menjadi landmark
yang sangat lekat dengan Kota Jogja. Ada juga tradisi
memeluk atau mencium tugu ini ketika lulus kuliah.
http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/museum-and-monument/tugu-jogja/
Panggung Krapyak merupakan tempat perburuan milik
raja-raja Kasultanan Yogyakarta yang telah berusia
hampir 250 tahun dan merupakan salah satu elemen inti
ruang Kota Jogja.
http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/places-of-interest/panggung-krapyak/